Sunday, July 10, 2016

Masa Lalu Untuk Masa kini,Masa Depan



Penghiburan

Semua orang butuh penghiburan untuk hatinya,  kejutan akan sesuatu hal hiburan yang mustahil itu bisa saja terjadi.



Seperti malam ini saat tiba-tiba ada panggilan masuk dari Kak Awan lewat Line
“Assalammualaikum, iya Kak Awan” jawabku diujung telepon.
“ Ini Sya, ada yang kangen “ seru Kak Awan
“ SIap……...” tanyaku, belum tutas aku bertanya.
Terdengar suara itu, suara yang khas aku kenal dan sering ku dengar 5 tahun yang lalu,
“ Apa kabar Sya?” Tanya suara itu,
“oh ya Alhamdulilah baik, Abang gimana kabarnya?” balasku bertanya
“ Baik, kamu sibuk apa sekarang?” Tanyanya lagi. Sambungan line tersebut putus..
Kembali aku ditelepon, dan terhubung..

Sya, adalah seorang yang memang tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya, dia berbeda dengan yang lainnya, disaat mungkin kebanyakan wanita malas menjawab sambungan telepon dari mantan pacar, Sya malah dengan hati riang dan baik hatinya menyambut dan secara suka rela mengizinkan untuk silahturahmi, bagi Sya inilah waktunya untuk menunjukan segala usahanya mengobati luka hati. Sya memanglah seorang yang gampang ditebak dan naif, ia dengan gamblangnya menunjukan sikap bersahabat walaupun ia tau nanti bakal menyulitkan hatinya kembali. Saya juga tidak pernah berpikir ada tujuan lain dari Abang Yugata menghubunginya kembali.

Sya terbuai, ia menempatkan dirinya menjadi seseorang yang terlalu baik hati, hatinya mulai kacau balau kembali, ia juga yang selalu rajin mengirimkan sms , mengukit cerita lalu, dan membela-belakan mengaktifkan hp lama agar bisa sama provider dan  nomernya, itulah Sya sifatnya tidak pernah berubah ia hanya menyakini semua harapannya mungkin saja bisa tumbuh kembali selama dia berusaha, Sya diberi kesempatan bertemu dengan abang Yugata.
Dikesempatan ini Sya dan abang Yu sapaan akrab untuknya, mulai bertukar cerita.
Pada pertemuan ini.Abang yu mulai bercerita, tentang ia dan kekasih barunya, yang berencana menggelar pernikahan,sampai sedetailnya ia ceritakan bahwa ia akhirnya gagal, lalu kembali menjalin hubungan dengan teman lamanya di kampung halaman,sampai perasaan ragunya kepada temannya itu, dan akhir dari cerita itu ia menyimpulkan bahwa ia harus meminta maaf, kepada semua wanita yang pernah disakitinya, termasuk Sya,
“ Abang minta maaf ya Sya, akan kesalahan yang lalu” serunya

Kini giliran Sya, Sya menceritakan hari-hari sulitnya menerima penilaian dari guru abang Yu yang menghakiminya bahwa ia tidak bisa move on dan selalu bergantung dan membayangi abang Yu, Sya memang tidak menyangkal bahwa mungkin saja penilaian itu benar, Sya hanya kecewa kenapa usahanya untuk menata hati tidak dinilai, Sya jauh-jauh hari selalu berusaha.Walau masih terlihat binar-binar pancaran mata Sya yang masih menyimpan rasa sayang, namun dia tetap berusaha
“ Sya juga sama-sama minta maaf”jawab Sya.

Hari itu kami lewati dengan sebuah pelajaran hidup untuk melihat jauh kedepan saja.
Semenjak hari itu Sya bertekad untuk bisa belajar dari kesalahan yang lalu akan sikap berlebihan dalam menyimpan rasa,nyatanya Sya masih belum bisa karena  Sya seseorang yang hanya mengikuti perasaannya saja. Sya juga mencari hikmah apa yang Allah pesankan dari pertemuan ini,
Sebenarnya saat ini juga Sya sudah berasumsi setelah pertemuan ini bagaimana selanjutnya cerita ini, banyak cerita yang sudah terbayang dipikirannya
“ Apa bisa melanjutan cerita ini menjadi indah kembali??”
“Apa bisa Sya ikut berbahagia bersama kebahagian abang Yu dengan yang lain nanti??”
“Apa bisa Sya sering meminta bantuan seperti pesan abang Yu bahwa ia akan selalu ada bila Sya kesusahan sedang Sya tau sifatnya yang selalu menangung nya sendirian meskipun itu sulit”
“ Apa bisa jalinan komunikasi terus terjalin sementara hanya Sya yang menginginkannya saja”
“Atau nanti pertemuan ini hanya kembali menjadi kenangan”

Saat semua kejadian ini kembali terjadi, untuk cerita baru nantinya Sya menyakini bahwa teruslah berharap meski harap berdampingan dengan kecewa, meski menunggu berdampingan dengan terluka, setidaknya Sya tau bahwa ia tidak pernah membohongi hatinya . Selama itu pelajaran yang luar biasa dari Sang Maha Pemberi Rasa, Sya menikmatinya.


Di sela senja sore setelah bertemu Abang Yu..

Diary Sya,


( Terima Kasih darimu aku belajar sesuatu lagi,)









No comments:

Post a Comment