Kalau aku bisa tidak
berlebihan membenci orang yang ku cintai
berarti aku juga bisa mencintai secara tidak berlebihan, dulu aku hanya
memiliki keyakinan bahwa dengan aku berjuang aku bisa mengetuk hati seseorang,
sekarang aku sadar ini bukan lagi soal sekedar rasa lalu bersama-sama,
meski sampai pada kemarin aku diberi kesempatan bertemu dengan kamu . Aku ingat
pesan penolakan darimu, ya aku mulai mundur teratur ,bukan aku tidak mau terus
berjuang aku sadar aku sudah ditolak dari awal,akan memalukan merengek kembali,
aku bersikap sengaja, ya aku waktu itu
memperhatikanmu ,memandangmu ,bersikap dingin,menyusul dan seperti berpapasan ,itu ku lakukan untuk meyakinkan perasaanku saja, yang kamu bilang
terlalu berlebihan , tapi waktu
sudah berjalan lebih dari sembilan tahun, masih terasa, perasaan yang selalu
aku doakan ,aku serahkan kepada sang Pemilik hati,yang lebih mengetahuinya. Pada
saat bertemu aku marah pada diriku sendiri kenapa aku jadi orang kikuk lagi
dan lagi, tapi inilah aku yang sebenernya. Aku yang mulai memahami
perlahan-lahan diriku, supaya aku pantas di sambut, di balas dan dipilih , tapi
semua itu hanya penilaian dariku saja, aku memang berharap ,tapi kali ini aku belajar berharap kepada yang Maha Mengatur
menulis cerita terbaik antara aku dan kamu bila memang tertulis.
“Bila sekali lagi kamu menyapa, memberi kesempatan untuk menjadi teman , aku akan belajar dan menjaga”seru batinku.Biarlah
dengan seiringnya waktu , mau cerita ini mengarah kemana pun,yang terpenting buka lagi atas
kemauan ku. Dalam intropeksi diriku ,mungkin sikapku ini yang menjadikan kamu enggan berteman ,bercerita atau apapun. Semoga tak ada salah paham lagi, saling mendoakan
kebaikkan bersama-sama, dan kelak bisa saling merayakan kebahagiaan.
Diary Sya
29/Juni/2017
Tetang sembilan tahun
No comments:
Post a Comment